Hari Santri yang jatuh pada hari ini diperingati dengan khidmat di Ma'had Amanatulloh Wringinagung, Gambiran, Banyuwangi. Sebanyak 1.150 santri putra dan putri, serta para guru dari sekolah formal SMP dan MA Amanatulloh, turut hadir mengikuti rangkaian kegiatan. Upacara dimulai tepat pukul 07.00 WIB dan berlangsung hingga pukul 08.30 WIB, dipimpin oleh pembina upacara, Bapak M. Sihabuddin Nasrullah, S.Psi., M.Pd., atau yang akrab disapa Gus Nasrul.
Meskipun cuaca terik menyelimuti
lapangan, semangat para santri tidak surut. Mereka mengikuti setiap prosesi
dengan penuh disiplin dan perhatian. Kegiatan ini juga dihadiri oleh Kabid
Dikjar SMP dan MA Amanatulloh, Bapak H. Amir Mahmud, S.Ag., SP, yang ikut
memantau jalannya upacara.
Pesan
Inspiratif dari Gus Nasrul
Dalam amanat upacaranya, Gus Nasrul
menyampaikan pesan yang mendalam bagi seluruh santri, dengan mengutip nasihat
dari Imam Syafi'i, “Jika kamu tidak sanggup menahan lelahnya belajar, maka kamu
harus sanggup menahan perihnya kebodohan.” Pesan ini diharapkan menjadi
motivasi bagi para santri untuk terus semangat menuntut ilmu, meski dalam
situasi yang tidak selalu mudah.
Belajar memang menuntut kesabaran,
keuletan, dan ketekunan, namun hasilnya akan membawa kebaikan dan kemuliaan di
masa depan. Sebaliknya, kebodohan hanya akan membawa pada penyesalan dan
kesulitan hidup. Nasihat Imam Syafi’i ini seakan menjadi pengingat bagi para
santri bahwa ilmu adalah kunci kehidupan yang lebih baik, dan perjuangan dalam
menuntut ilmu adalah bagian dari ibadah.
Gus Nasrul juga menekankan bahwa
santri adalah penerus perjuangan para ulama, sehingga mereka harus menyiapkan
diri dengan bekal ilmu pengetahuan yang luas dan akhlak yang mulia.
Lomba
Kepesantrenan dan Pentas Seni
Setelah upacara selesai, kegiatan
dilanjutkan dengan berbagai lomba kepesantrenan. Lomba-lomba tersebut dirancang
untuk menguji kemampuan para santri dalam bidang ilmu agama, termasuk lomba
membaca Al-Qur’an, pidato keagamaan, dan keterampilan membaca kitab kuning.
Para santri tampak antusias mengikuti lomba-lomba tersebut, yang tidak hanya
menjadi ajang kompetisi tetapi juga wadah untuk memperdalam ilmu dan mempererat
ukhuwah Islamiyah di antara mereka.
Selain lomba, acara Hari Santri ini
juga dimeriahkan dengan kegiatan pentas seni. Dalam pentas ini, para santri
menampilkan berbagai kreativitas seni yang mereka miliki, seperti drama islami,
nasyid, dan seni tari. Kegiatan ini menjadi sarana untuk mengekspresikan bakat seni
para santri sekaligus mengajarkan nilai-nilai moral yang terkandung dalam
ajaran Islam.
Penampilan drama kolosal yang
menceritakan perjuangan santri dalam menuntut ilmu di tengah berbagai tantangan
menjadi salah satu acara yang paling memukau. Dengan penuh penghayatan, para
santri menggambarkan betapa pentingnya semangat belajar dan perjuangan dalam
menghadapi tantangan hidup.
Refleksi dan
Harapan
Dengan berakhirnya acara tersebut,
semangat para santri semakin menyala untuk terus menimba ilmu dan mengembangkan
diri. Mereka pulang dengan pesan penting bahwa perjuangan belajar tidak akan
pernah sia-sia. Peringatan Hari Santri ini pun menjadi pengingat bahwa santri
memiliki peran besar dalam menjaga, mengembangkan, dan meneruskan ajaran Islam
di tengah-tengah masyarakat.
Semoga melalui peringatan ini, para
santri semakin termotivasi untuk menjadi pribadi yang cerdas, berakhlak mulia,
dan mampu berkontribusi bagi agama, bangsa, dan negara di masa depan.


Tidak ada komentar:
Posting Komentar
Tulis komentar anda , untuk menambah dan memperbaiki kualitas blog kami